Kamis, 14 Desember 2017

“KOMPANG REMPAK BERMADAH” KESENIAN MELAYU YANG HAMPIR PUNAH


Kompang merupakan kesenian tradisional melayu yang sering ditampilkan dalam kegiatan kegiatan resmi seperti pernikahan dan acara-acara lainnya. Kini kesenian kompang tidak begitu buming dan kurang diminati oleh para generasi muda. Saat ini kesenian kompang hampir punah apalagi diwilayah perkotaan. kita akan ketemu kesenian kompang ini pada kegiatan-kegiatan khusus dan tertentu saja. Manajemen Dakwah saat ini berupaya melestarikan kesenian Kompang dengan mengkolaborasi beberapa jenis pukulan dan rentak.Kkompang Rempak Bermadah Manajemen Dakwah dibentuk pada tahun 2016 saat persiapan perhelatan milad ke-14 MD dengan jumlah personel 7 orang dari hasil seleksi yang ketat dan latihan maksimal. Personel KRB diantaranya Fajar Wahyudi, Teguh Susilo, Hasan Kudhoiri, Muhammad Arifin, Hernalis, Zulherman, Bayu Kresna Sutaryoko. Selama perjalanan KRB sudah beberapa kali tampil pada acara-acara baik diinternal kampus maupun diluar kampus untuk memenuhi undangan diantaranya pada kegiatan Pertemuan Dekan Dakwah se- Indonesia, acara pernikahan, acara milad, dan pagelaran seni. Pipir Romadi, MM selaku pembina pelatih dan penggagas lahirnya KRB ini sangat berharap bahwa, hendaknya kesenian ini dapat dilestarikan dan dibudayakan dikalangan anak muda terkhusus mahasiswa, beliau berkomitmen akan terus melakukan pembinaan kesenian ini secara berkelanjutan dan re-generasi agar tak terputus. saat ini juga KRB sudah memiliki 2 generasi KRB Legend dan KRB Junior. KRB junior terdiri dari mahasiswa-mahasiswa semester 1 dan 3 untuk melanjutkan KRB kedepannya. (Roma Asnawi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar