Langsung ke konten utama

TENTANG GEMA DAKWAH

GEMA DAKWAH adalah Media Pers Mahasiswa yang didirikan oleh Jurusan Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sultan Syarif Kasim Riau, sebagai Media Pelatihan dalam bidang Jurnalistik. Gema Dakwah didirikan pada tanggal 14 November 2015 atas hasil Pelatihan Jurnalistik Dakwah yang ditaja oleh Jurusan Manajemen Dakwah.
Dalam perkembangannya Jurnalistik gema dakwah sangat berkembang pesat dari waktu kewaktu. Gema Dakwah banyak menyajikan berbagai pemberitaan, baik seputar kampus, budaya, kewirausahaan, opini, dan sebagainya.

Mohon maaf kalau konten belum memadai karena masih dalam tahap belajar.


TTD
PIMPINAN UMUM

Komentar

  1. lanjutkan..dan di pelihara media ini sebagai media kretifitas anda di bidang akademik dan jurnalistik.

    BalasHapus
  2. lanjutkan..dan di pelihara media ini sebagai media kretifitas anda di bidang akademik dan jurnalistik.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

PAHLAWAN DAN PENGHIANAT (Oleh: Imron Rosidi, artikel ini telah dimuat oleh Riau Pos, 10 November 2018)

Menyambut hari pahlawan tanggal 10 November ini, kita diminta merenung kembali tentang makna pahlawan. Berpuluh tahun yang lalu, pahlawan adalah mereka yang berjuang untuk kemerdekaan dan kedaulatan tanah air tercinta. Mereka berjuang tanpa pamrih. Mereka berjuang dengan semangat dan dedikasi yang luar biasa. Mungkin, diantara sekian puluh nama pahlawan yang telah tercatat di lembaran Negara, masih terdapat sekian juta pahlawan yang belum tercatat. Hal itu wajar saja sebab pahlawan tidak meminta tanda jasa. Pahlawan tidak berambisi untuk mendapatkan  penghargaan. Kalau ada seseorang yang meminta gelar pahlawan, justru akan dianggap aneh oleh masyarakat. Predikat pahlawan sangat layak diberikan kepada seseorang yang berjuang di luar batas kewajiban yang diembannya dengan luar biasa untuk kepentingan kemanusiaan. Gelar pahlawan kurang layak diberikan kepada seseorang yang berjuang karena tugas. Seorang hakim yang berjuang dengan keras untuk menegakkan keadilan kurang pantas disebut pah

Peran Pemuda dalam Merawat Kebhinekaan

Peserta Lombok Youth Camp 2018 perwakilan Riau Negeri yang terbentang luas dari Nanggroe Aceh Darussalam hingga Papua ini merupakan negeri yang damai.  Bumi yang terdiri dari belasan ribu pulau ini  diisi oleh berbagai keberagaman dan perbedaan yang tumbuh dalam masyarakatnya. Dimana lagi bisa ditemukan suara azan bersahut-sahutan dengan nyanyian di gereja selain di Indonesia? Dimana lagi bisa dijumpai sebuah desa yang warganya hidup rukun walaupun satu sama lain berbeda agama? Dimana lagi kita berpapasan dengan toleransi, ramah tamah, dan kesopanan orang-orang selain di Indonesia? Indonesia begitu sempurna, dengan segala anugerah yang telah Tuhan berikan untuk negeri ini. Berdasarkan ungkapan tersebut, telah jelas bahwa Indonesia mestinya menjadi bangsa yang besar dengan segala perbedaan yang ada didalamnya. Indonesia harusnya bisa menjadi kiblat peradaban segala bangsa, baik timur maupun barat. Untuk mewujudkan itu semua, selalu ada bagian yang urgent dalam menggapai cita-cita

Gerakan Bina Damai Sebagai Upaya Efektif untuk Meminimalisir Gerakan Sosial Intoleran

Tri kerukunan umat beragama, demikian konsep pemerintah Indonesia dalam upaya menciptakan kerukunan masyarakat antar umat beragama. “Tri kerukunan” merupakan istilah yang menjadi harapan agar perbedaan ras, suku, dan etnis, tidak menjadi masalah bagi antar umat beragama. Tidak bisa kita pungkiri, bahwa perbedaan bisa memicu lahirnya konflik.  Tetapi seharusnya, karena perbedaan inilah kita bersatu saling menguatkan. Sesuai dengan semboyan Negara Indonesia Bhinneka Tunggal Ika. Fakta yang ada terkait kekerasan karena perbedaan keyakian cukup memilukan, berdasarkan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) bersama Yayayan Denny JA periode 1998 - 2012 menemukan sebanyak 65% dari 2398 kasus kekerasan terjadi karena kasus beda agama atau paham agama. Jelas hal ini sangat memprihatinkan , tidak berlebihan jika kita sebut ini tragedi. Sampai detik ini, masih banyak berita hangat mengenai konflik umat beragama di negeri yang kita cintai ini. Mulai dari bom bunuh diri disebuah masjid